Senin, 26 September 2011

TUGAS KONSEP SISTEM INFORMASI


  • Komputer, Software Penjualan, Printer Struk
Inilah modal pertama untuk membangun mesin kasir yang paling minimal.

- Komputer
Komputer untuk mesin kasir ga harus yang canggih2 banget, ini tergantung dari jumlah item yang akan kita input, semakin banyak item jualan yang masuk ke database yang di collect di software maka semakin tinggi pula tingkat kecanggihan komputer yang dibutuhkan.

Kita lihat dari kebutuhan long term. Pentium III (P3) secara minimal budget, sudah cukup untuk memulai, software penjualan bisa menampung sekitar 5000 item, kendalanya kalau ada masalah dengan komputer dibutuhkan waktu instalasi yang cukup lama, sekitar 2 jam lebih. Apalagi bila terjadi masalah dengan hardware, sparepart CPU komputer P3 akan sulit ditemukan, untuk jangka panjang, P3 bukanlah pilihan tepat. Mengingat kita butuh sistem kasir yang stabil. Komputer P4 sudah cukup untuk mengendalikan >5000 item, namun kendala hardware komputer, memori dengan DDR 

2 dan hardisk IDE sudah mulai ditinggalkan, tapi P4 sudah dapat digunakan.
Mesin kasir yang sesungguhnya adalah komputer dengan spesifikasi khusus dengan kemampuan industri yang mampu beroperasi 24 jam non stop, karena itulah harga nya mahal. Alternatifnya komputer ataupun notebook
yang tersedia saat ini sudah dapat digunakan sebagai mesin kasir dengan menginstal software penjualan toko.

Untuk kebutuhan saat ini idealnya komputer Dual Core keatas layak digunakan karena mampu dengan cepat mengakses lebih dari 20000 item dengan mudah baik itu terhubung dengan jaringan atau tidak.

Power Supply Unit (PSU) berkualitas dari sebuah komputer kasir sangatlah vital, karena komputer akan running selama toko buka dan di waktu toko tutup diperlukan untuk data input, update inventory keluar masuk barang dan membuat laporan.

Umumnya backup listrik atau UPS sudah menjadi standar sebagai penunjang mesin kasir untuk mengantisipasi pemadaman listrik sehingga terhindar dari putusnya kelangsungan data transaksi. Software penjualan yang handal sangat dibutuhkan apabila pelanggan semakin banyak, item yang kita jual sangat bervariasi, kemampuan software melacak transaksi dan update inventory juga perubahan harga secara instant, maka dibutuhkan software penjualan profesional.

Printer kasir yang umum digunakan adalah receipt printer baik tipe dot matrix ataupun thermal. Bedanya printer thermal ga berisik, lebih awet, ga butuh ribbon ink. Keuntungan dot matrik bisa bikin salinan 2 copy struk, namun secara visual tampilan cetakan thermal printer lebih elegan.

 Barcode Scanner, Printer Barcode, Cash Drawer, Pole Display

Sudah menjadi hal yang umum kita lihat di penjualan retail modern selalu disertai Barcode Scanner. Barcode yang sehari-hari kita lihat adalah barcode tipe 1D yang melekat pada produk-produk yang dikeluarkan produsen pabrikan. Scanner barcode 1D, dengan harga 400rb-an kita sudah bisa mendapatkannya, namun untuk investasi jangka panjang kita butuh scanner industrial yang kuat dapat diandalkan dan tahan lama, harganya dikisaran 1-2 juta, yang kita bicarakan disini barcode scanner handheld, untuk scanning lebih cepat lagi kita butuh tipe desktop/multi angle atau omni directional, jadi scanning bisa dilakukan dari berbagai sudut, harga tipe ini 2 kali lipat dari tipe handheld. Tapi untuk melakukan inventory barang, scanner handheld dibutuhkan ketimbang tipe multi angle, karena pada kemasan produk terkadang ada dua atau lebih informasi barcode. Jadi untuk inventory kita membutuhkan single scanning/one shoot secara spesifik.

Apabila kita mempunyai range produk tersendiri kita membutuhkan printer barcode untuk mencetak kode produk, memberikan info numeric barang agar lebih mudah didata dengan scanner.

Pole display atau customer display yang memberikan info harga, saat ini sudah mulai ditinggalkan seiring digantikan dengan tampilan pada LCD sekaligus menampilkan software yang sedang running.

Cash Drawer dibutuhkan demi kecepatan petugas kasir mengelola uang tunai. Biasanya di belakang panel printer kasir ada plug kabel khusus yang tersambung ke cash drawer berfungsi sebagai "kicker" untuk membuka atau tepat nya "menendang" keluar laci uang, ketika struk diprint, maka drawer/laci uang otomatis terbuka.

Software: sistem operasi (windows, linux) router, office dll.
SOFTWARE TransPOS 2011 Enterprise

Sabtu, 17 September 2011

TUGAS KONSEP SISTEM INFORMASI (SI KEUANGAN)

SISTEM INFORMASI KEUANGAN
Sistem Informasi Keuangan merupakan subset dari Sistem Informasi Manajemen yang dirancang untuk menyediakan informasi mengenai arus uang bagi para pemakai di seluruh perusahaan. Pemakai informasi tersebut terutama adalah para manajer untuk mengelola sumber daya mereka.
SUBSISTEM INPUT KEUANGAN
Terdiri dari Subsistem Informasi Akuntansi,  Subsistem Audit Internal, dan Subsistem Intelijen Keuangan.
Subsistem Informasi Akuntansi
Menyediakan data dan informasi internal yang dibantu dengan penelitian khusus oleh Auditor internal.
Subsistem Audit Internal
Perusahaan besar umumnya memeiliki staf atau auditor internal yang secara periodik mempelajari system konseptual perusahaan untuk memastikan bahwa data dan informasi mereka benar-benar menggambarkan system fisik yang diwakili.
Subsistem Intelijen Keuangan (Financial Inteligence Subsystem)
Mengumpulkan informasi dari elemen-elemen lingkungan yang mempengaruhi arus uang yaitu masyarakat keuangan, pemegang saham dan pemilik, serta pemerintah.

SUBSISTEM OUTPUT KEUANGAN
Terdiri dari Subsistem Peramalan, Subsistem Manajemen Dana, Subsistem Pengendalian.
Subsistem Peramalan (Forecasting Subsystem)
Melakukan peramalan jangka panjang lima sampai sepuluh tahun ke depan untuk dasar perencanaan strategis.
Subsistem Manajemen Dana (Funds Management Subsystem)
Berkaitan dengan arus uang perusahaan. Manajemen ingin mengetahui sebelumnya kelebihan dan kekurangan kas sehingga mereka dapat merencanakan cara menanganinya.
Subsistem Pengendalian
Menyiapkan anggaran operasi tahunan dan menyediakan informasi umpan balik kepada para manajer sehingga dapat memantau biaya aktual yang dibandingkan dengan anggaran.


MANAJEMEN SUMBER INFORMASI / IRM
(INFORMATION RESOURCE MANAGEMENT)
PANDANGAN MENGENAI IRM
     Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahan dan dapat dikelola seperti sumber lainnya
     IRM merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang menghasilkan informasi yang berkualitas.
     IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti manusia, uang, peralatan, material, dan manajemen.

INFORMASI SEBAGAI SUMBER STRATEGIS
     Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif
   Caranya dengan memfokuskan pada pelanggan, dan membangun system informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungan.
     Arus informasi antara perusahaan dan pelanggan yaitu informasi yang menerangkan kebutuhan produk, penggunaan produk, dan kepuasan produk.
     Keuntungan kompetitif dicapai apabila:
   Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen.
   Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya.
   Pentingnya efisiensi operasi internal

PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER-SUMBER INFORMASI / SPIR (STRATEGIC PLANNING FOR INFORMATON RESOURCES)

   Perencanaan strategi merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian dan memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai tujuan organisasi pada masa sekarang dan akan datang.
   Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk mencapai tujuan.
   Perencanaan yang digunakan Top Down yaitu menentukan tujuan organisasi kemudian merencanakan aktifitas setiap unit perusahaan.
   Pendekatan-pendekatan Top Down :

    BSP (Business System Planning) IBM à setiap manajer diinterview untuk menentukan kebutuhan informasi.
    CSF (Critical Success Factor) à mengidentifikasi variabel kunci keberhasilan untuk menentukan kegagalan dan keberhasilan.
    Transformasi susunan strategis à menjelaskan misi, tujuan dan strategi perusahaan
    SLC (System Life Cycle) yang diperluas à perencanaan Top Down

Usaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses
     Perusahaan berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan yang kompetitif.
     Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional.
     Para ekekutif harus mengakui keberadaan CIO (Chief Information Officer).
     Para eksekutif harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategis.
     Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi.
     Perencanaan strategi mengatur pemakai komputer.

IOS (Inter Organizational System)
Merupakan system informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
Sebagai fasilitator harus dapat menunjukkan kepada para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tersebut akan memperoleh keuntungan kompetitif.



Kepala Bagian Informasi / CIO (Chief Information Officer)
Berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam perusahaan dan memberi laporan langsung ke ekekutif.


Tugas CIO :
-         Mempelajari bisnis dan teknologinya
-         Menjalin kemitraan dengan unit bisnis &manajemen
-         Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
-         Memperkirakan biaya system informasi dalam bisnis
-         Membangun kredibilitas dengan memberikan pelayanan (service) yang terpercaya.

Subsytem input dan Subsystem Output
System Informasi keuangan mencakup 3 subsystem output: yaitu
- subsystem peramalan
- Subsystem manajemen dana
- subsystem pengontrolan

Subsystem pemrosesan data:
System perosesan data merupakan pondasi untuk membangun
semua subsistem CBIS yang berorientisai informasi (SIM, DSS, dan expert system).
Dasar Pemrosesan Data : Sinonim dengan Accounting, Subsistem Audit internal
Jenis aktivitas auditing :Auditing Keuangan, Auditing Operasional, Auditing Persetujuan




Informasi masyarakat keuangan

Metode Untuk Memperoleh Inteligensi Keuangan :
Perusahaan mengumpulkan inteligensi keuangan dengan 3 cara pokok, yaitu
Komunikasi informal, publikasi tertulis, dan database computer .

Metode Non-Kuantitatif
Metode Kuantitatif :Proses Penganggaran, Proses Penganggaran, Laporan Anggaran, Rasio Penampilan

Sistem Informasi SDM
SI yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia
Misal : informasi gaji, ringkasan pajak, tunjangan-tunjangan, kinerja pegawai
Sering disebut dengan istilah :
-HRIS (Human Resource Information)
-HRMIS (Human Resource Management Information System)
-HRMS (Human Resource Management System)

Perangkat Lunak Keuangan Siap pakai
Banyak Perangkat Lunak Siap Pakai (prewritten application software)
- Berupa paket pengolahan data (gaji, persediaan dan piutang)
- Spreadsheet elektronik
- Sistem perangkat lunak siap pakai memungkinkan perusahaan kecil mencapai sistem pengendalian keuangan dengan investasi tidak terlalu besar



Subsistem Intelijen keuangan
• Informasi Pemegang Saham
Laporan tahunan atau triwulan
- Informasi Masyarakat Keuangan
- Pengaruh Lingkungan pada Arus Uang
Lingkungan berpengaruh langsung atau tidak langsung pada arus uang melalui perusahaan
• Rasio Kinerja - Rasio kinerja (performance ratio): hubungan dari dua atau lebih indikator kegiatan organisasi yang menjadi suatu cara pengukuran
- Current Ratio (rasio lancar) = aktiva lancar dibanding hutang lancar
- Rasio perputaran persediaan (inventory turnover) = harga pokok persediaan dibanding nilai persediaan rata-rata.